Pilih Produk “Organik” atau “Alami” ?

Kata “organik”  dan “alami” kerap dicantumkan pada banyak label kemasan produk kecantikan. Namun apa sebetulnya arti kedua istilah tersebut?

Penggunaan istilah tertentu merupakan salah satu strategi pemasaran yang efektif. Dilansir dari Harpers Bazaar, Adina Grigore seorang natural beauty enthusiast, menjelaskan bahwa tidak semua istilah dalam kemasan produk diatur pencantumannya secara hukum. “Secara umum, istilah “alami” mengacu pada keterangan bahwa setidaknya beberapa bahan alami telah digunakan dalam formula,” katanya. Namun produk yang mengandung bahan sintesis hingga 30 persen juga dapat diberi label yang sama.

Sedangkan istilah “organik” sudah diatur penggunaannya secara hukum di banyak negara. Artinya, produk berlabel organik telah lolos sertifikasi dari lembaga keamanan dan kesehatan terpercaya.  “Jika Anda melihat logo “organik” berarti produk tersebut (atau hampir 100% bahan dalam produk organik) telah tumbuh dan diproses dengan kode kebersihan yang sangat ketat, tanpa pestisida atau pupuk, dan sama sekali tidak ada organisme hasil rekayasa genetika,” katanya.

Sumber foto : Harpers Bazaar

Setiap pemilik produk wajib menjalani serangkaian tes untuk mendapatkan legitimasi pencantuman kata “organik” maupun “alami” pada produknya. Di satu sisi, konsumen terlindungi dengan aturan ini. Tapi di sisi lain, banyak pula beredar produk palsu yang mencantumkan kedua istilah ini. Konsumen perlu cerdas dan waspada ketika memutuskan mencoba sebuah produk. Baca baik-baik setiap kandungan dalam kemasan. Bila perlu, lakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui kemasan produk yang asli. Di Indonesia, produk yang aman bagi konsumen umumnya telah tersertifikasi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

By | 2017-12-06T13:48:05+00:00 December 6th, 2017|Info|0 Comments

Leave A Comment

%d bloggers like this: